Deskripsi
ANAK MUDA SEOLAH ABAI PADA ORANG TUANYA?
Generasi muda semakin cuek, sibuk dengan dunianya sendiri. Seolah antar generasi masing-masing hidup di dimensi yang berbeda meski di atas bumi yang sama.
Problem ini semakin nyata di era digital pasca pandemi. Ketika generasi milenial 50% hidupnya eksis di dunia maya, gen Z cenderung naik hingga 75% waktunya dipakai untuk berinteraksi dengan hape dan laptop mereka.
Perasaan seolah diabaikan, ditinggalkan, wajar dirasakan para orang tua dan kakek/nenek yang sepanjang usia mengalami hidup di dunia nyata.
💔
Saya, seorang milenial, generasi yang mau tidak mau kerap dipaksa menjadi jembatan antara generasi di atas dan di bawah saya, merasa bertanggungjawab untuk merekatkan relasi antar keluarga yang direnggangkan oleh perkembangan teknologi digital.
Untuk itu saya menulis buku "Hidup di Zaman Layar". Berisi 10 esai bertutur tentang pergeseran aspek-aspek kehidupan era baheula dan kekinian.
Tentang perbedaan antara surat dan chat, antara album foto keluarga dan galeri Instagram, hingga pergeseran kerja mapan kantoran versus kerja serabutan dari kafe.
Dengan membaca buku ini, saya berharap generasi sepuh bisa memahami dan menerima tingkah laku anak-anak muda yang "dingin". Sebaliknya, adik-adik saya juga diingatkan bahwa para orang tua mereka merindukan kehidupan hangat sebagaimana sedia kala.
❤️🩹
Mari belajar untuk saling lebih memahami.
Salam hormat,
Eka Y Saputra
